Magenta Orchestra

Magenta Orchestra merupakan orkestra bernuansa pop pertama di Indonesia yang dipelopori oleh Indra U Bakrie dengan melibatkan Andi Rianto sebagai music director. Pagelaran pertama orkestra yang diadakan pada tanggal 20 April 2006 dan bertempat di Plenary Hall Jakarta Convention Center ini mengambil tema The Sound of Colors. Penampilan gaya pop, lebih santai, dan kaya warna menjadi esensi yang ingin disampaikan oleh Magenta Orchestra. The Sound of Colors memadukan unsur musik, tata panggung, tata cahaya, kostum, visualisasi, talkshow, serta sinematografi.

Orkestra diidentikkan dengan musik yang tertib dan rumit, sementara para pemainnya memakai pakaian formal berupa jas dan dasi serba hitam putih. Magenta Orchestra berusaha untuk menepis kesan ‘dingin’ ini. Untuk itu Magenta Orchestra mencoba melahirkan orkestra yang sama sekali terlepas dari image formal dan klasik dengan membentuk sebuah orkestra pertama di Indonesia yang beraliran pop.

Adapun nama Magenta Orchestra dipilih karena beberapa pertimbangan. Pertama, kata ‘magenta’ enak diucapkan dan didengar telinga. Kedua, sebagaimana musik yang bersifat universal, warna magenta bersifat universal. Bagi Indra U Bakrie, magenta mewakili warna fajar; saat di mana manusia mengawali hari dengan kerja keras dan karya. Beliau hendak melengkapi posisi Twilight Orchestra yang mewakili senja hari; saat untuk merenungi pencapaian hari ini dan apa yang akan dilakukan esok hari. Jadi, Magenta sebagai pembuka hari dengan nada pop yang riang, sementara Twilight menutupnya dengan nada klasik yang tenang.

Kehadiran sebuah penata musik sering kali tidak terlalu diperhatikan orang. Di Indonesia, orang lebih suka mengidolakan penyanyi atau grup band yang muncul di atas panggung, sementara peran penata musik yang bekerja di belakang layar masih belum terlihat dan belum terlalu dihargai. Masyarakat Indonesia tidak memiliki budaya untuk menghargai penata musik. Penata musik tidak pernah menciptakan album atas nama dirinya seperti penyanyi atau grup band. Maka dari itu, muncul pemikiran untuk membuat sebuah konser dengan mempertunjukkan Andi Rianto sebagai penata musik Magenta Orchestra.

Ada beberapa alasan untuk pemikiran tersebut. Pertama, nama Andi Rianto mulai dikenal oleh masyarakat lewat beberapa acara musik di televisi, di dalam album beberapa diva (penyanyi wanita) ternama, serta di beberapa judul sinetron sebagai penata musik. Kedua, kehadiran Magenta Orchestra bersama Andi Rianto merupakan angin segar bagi perkembangan orkestra di Indonesia. Sejauh ini, Indonesia hanya memiliki orkestra dalam jumlah terbatas seperti Erwin Gutawa dan Twilight Orchestra (Adhie MS). Jadi, Magenta Orchestra ikut berperan dalam perkembangan orkestra. Ketiga, kelahiran orkestra bernuansa pop pertama di Indonesia ini memberikan alternatif lain dalam sajian orkestra yang diidentikan dengan musik klasik.

Pagelaran perdana bertajuk The Sound of Colors melibatkan 164 orang komposisi orkestra dan 14 penyanyi/grup band terkenal dengan music director Andi Rianto dan conductor Oni Krisnerwinto. Unsur musik, efek kostum, pencahayaan, talk show, dan sinematografi dikemas dalam bentuk yang lebih nge-pop dengan durasi waktu sekitar 120 menit. Jumlah penonton berkisar antara 3000 – 5000 orang. Undangan tidak diperjual belikan. Penonton yang diundang meliputi para pimpinan perusahaan dari berbagai industri, pejabat pemerintahan, advertising agency dan organizing company, media companies (elektronik dan cetak), pekerja seni, pecinta musik, pelajar, mahasiswa, serta para selebritis.

Launching Magenta Orchestra ini melibatkan 101 orang pemain orkestra, 51 orang choir, 6 orang rhythm section, 4 orang backing vocal, 1 orang conductor, 1 orang music director. Penyanyi serta grup band yang mendukung acara ini meliputi Titi DJ, Krsidayanti, Sheila Majid, Ruth Sahanaya, Audy, Agnes Monica, Bebi Romeo, Padi, Ari Lasso, Rio Febrian, Glenn Fredly, Marcell, Ren Tobing, Iwan Zein, serta Shita (RSD).

Dengan kehadiran Magenta Orchestra, masyarakat diharapkan dapat membawa orkestra back to basic; mengembalikan musik sebagai bunyi-bunyian yang bisa dinikmati telinga. Musik, sama seperti bunyi, bersifat universal. Musik dapat dinikmati oleh segala usia, golongan, ataupun bangsa. Musik orkestra diharapkan tidak lagi dianggap ‘serius’ sehingga mudah dicerna. Magenta Orchestra siap memperkaya dunia musik Indonesia dengan alunan lagu yang bermutu dan enak didengar.

http://magentaorchestra.com/wp-content/uploads/2016/07/About.jpg
http://magentaorchestra.com/wp-content/uploads/2016/07/About1.jpg
http://magentaorchestra.com/wp-content/uploads/2016/07/About2.jpg
http://magentaorchestra.com/wp-content/uploads/2016/07/About3.jpg
http://magentaorchestra.com/wp-content/uploads/2016/07/About4.jpg
http://magentaorchestra.com/wp-content/uploads/2016/07/About5.jpg
http://magentaorchestra.com/wp-content/uploads/2016/07/About6.jpg
http://magentaorchestra.com/wp-content/uploads/2016/07/About7.jpg
http://magentaorchestra.com/wp-content/uploads/2016/07/About8.jpg